3 penyakit ini paling sering di alami oleh perempuan

Perempuan harus tahu tiga penyakit kelamin yg sering dialami kaumnya.

– Menurut Centers for Disease Control And Prevention, penyakit kelamin yg tdk mendapatkan pengobatan yg tepat dpt menyebabkan ketidaksuburan pada 24.000 perempuan setiap tahunnya.

Angka ini menunjukkan bahwa perempuan sangat rentan utk mengalami penyakit kelamin yg kebanyakan ditularkan melalui hubungan badan.

Mengenali tanda atau gejala penyakit kelamin pada perempuan sejak awal mencegah komplikasi berbahaya yg mungkin terjadi.

Apa saja penyakit kelamin pada perempuan yg umum terjadi, & bagaimana cara mencegahnya?

Perempuan yg mengalami klamidia jumlahnya lebih besar dua kali lipat dibandingkan laki-laki.

Klamidia ialah penyakit kelamin pada perempuan yg ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom.

Sebagian besar kasus klamidia dialami oleh perempuan berusia muda yg aktif secara seksual.

Seseorang yg memiliki klamidia kebanyakan tdk merasakan gejala apa pun saat awal tertular penyakit ini.

Namun setelah 1 sampai 3 minggu, biasanya gejala baru akan muncul.

Meskipun sudah muncul, gejala klamidia seringkali diabaikan karna biasanya tdk parah & segera berlalu.

Gejala yg muncul dpt berupa perdarahan ketika atau setelah selesai melakukan hubungan seks & keluarnya cairan yg tdk biasa dari vagina.

Selain itu, ada jg yg mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya, perdarahan di antara masa menstruasi, & rasa sakit pada perut bagian bawah.

Ada beberapa cara yg bisa kita lakukan utk mencegah penularan penyakit kelamin pada wanita seperti klamidia, yaitu dng menggunakan kondom saat berhubungan seksual & tdk berbagi penggunaan alat bantu seks.

Pemakaian kondom memang tdk 100 persen menghilangkan risiko terkena infeksi, tapi setidaknya cara ini cukup efektif dlm mengurangi risikonya.

Selain itu, penularan klamidia jg dpt dicegah dng cara membatasi jumlah pasangan seksual atau setia dng satu orang pasangan saja.

Jika Anda aktif melakukan hubungan seksual dng lebih dari satu orang, maka Anda dianjurkan melakukan pemeriksaan secara rutin mengingat klamidia tdk menimbulkan gejala pada sebagian orang.

Perempuan jg disarankan utk tdk terlalu sering membersihkan vagina, karna dpt mengurangi jumlah bakteri baik di dalamnya.

Jumlah bakteri baik yg sedikit akan meningkatkan risiko infeksi dlm vagina.

Jika ingin membersihkan vagina, Anda bisa memilih pembersih vagina yg mengandung povidone-iodine.

Pembersih kewanitaan yg mengandung povidone-iodine, bisa meningkatan bakteri baik pada vagina & mencegah infeksi karna bakteri.

Sama dng klamidia, gonore atau kencing nanah jg lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang lelaki.

Gonore atau kencing nanah ialah salah satu penyakit kelamin pada perempuan yg disebabkan oleh bakteri bernama neisseria gonorrhoeae atau gonococcus.

Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan vagina dari orang yg terinfeksi.

Gonore paling sering menular melalui hubungan seks, seperti seks oral atau anal, mainan seks yg terkontaminasi atau tdk dilapisi dng kondom baru tiap digunakan, & berhubungan seks tanpa kondom.

Gejala awal pada perempuan mungkin sangat ringan atau tdk begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih.

Namun demikian, infeksi akan menjalar ke organ panggul perempuan jika tdk segera diobati & bisa menyebabkan perdarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, & sakit saat melakukan

Gejala gonore yg sering muncul, baik pada lelaki maupun perempuan, di antaranya ialah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih & keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning

Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan vagina, cukup dng menggunakan air hangat.

Jika Anda ingin menggunakan pembersih kewanitaan, pilihlah pembersih yg mengandung povidone-iodine.

Herpes genital ialah penyakit kelamin yg disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut HSV.

Luka melepuh berwarna kemerahan serta rasa sakit pada wilayah genital menjdi awal gejala herpes yg muncul.

Mungkin jg akan disertai gatal atau sakit saat membuang air kecil.

Virus ini dpt bersifat dorman atau tdk aktif & bersembunyi di dlm tubuh tanpa menyebabkan gejala, tapi virus ini bisa kembali aktif & luka akan muncul kembali.

Meskipun begitu luka yg terjadi biasanya lebih kecil & tdk terlalu sakit dibandingkan dng infeksi pertama.

Hal ini terjadi karna tubuh telah menghasilkan antibodi terhadap virus ini setelah pertama kali terinfeksi.

Antibodi yg sudah ada akan melawan kemunculan kembali virus ini.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>